Pameran Sejarah dan Budaya, Kado Ultah Kota Malang

MALANG – Sebuah pameran berkonsep lorong waktu tentang Kota Malang dari 1914 hingga kini akan digelar oleh Dwi Cahyono, seorang ahli sejarah dari Universitas Negeri Malang (UNM) dengan menggandeng beberapa seniman dan pemerhati budaya.

Menurut Dwi Cahyono, konsep pameran berjudul Historical Exhibition tersebut hampir sama dengan acara Malang Tempoe Doeloe, yang diselenggarakan di kota itu tahun lalu.

”Yang berbeda hanya setting-nya, termasuk (setting) waktu. Tahun lalu mengambil setting waktu 1940-an, dan sekarang mulai 1914 atau mulai berdirinya Kota Malang,” terang Dwi di Malang, Kamis (29/3).

Historical Exhibition akan dilangsungkan pada 2-6 Mei mendatang di sepanjang Jalan Ijen. Jalan Ijen akan didandani sehingga bersuasana tempo dulu.

Dwi mengatakan, selain untuk memperkuat pengenalan sejarah dari waktu ke waktu, dalam kemasan pendidikan sekaligus rekreasi, pameran tersebut juga ditujukan untuk mentransformasi perkembangan Kota Malang dari satu generasi ke generasi lain.

Katanya lagi, pameran itu merupakan kado HUT Kota Malang dan diharapkan mampu mengembalikan rasa cinta para warga terhadap nilai-nilai sejarah dan budaya asli yang mulai memudar, mengingat, sebut saja, banyak anak muda tidak mengenal asal-usul daerah mereka.

Selain pameran tersebut, diadakan pula pemberian penghargaan kepada individu dan kelompok yang melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah Kota Malang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Malang, Ir Son Magenda, ART, mengutarakan bahwa pameran itu juga merupakan salah satu upaya untuk mendatangkan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Son mengatakan, tidak sedikit turis mancanegara, khususnya Belanda, merindukan suasana Malang tempo dulu. Bahkan, ketika berkunjung ke daerah tersebut, mereka selalu mengunjungi bangunan-bangunan kuno dan Toko Oen, yang merupakan peninggalan Belanda dan sampai saat ini masih dilestarikan.

”Selain orientasi profit kunjungan wisatawan, tentu kami juga tidak mengesampingkan pengenalan nilai-nilai sejarah Kota Malang kepada masyarakat, agar tidak terkikis arus jaman,” ujarnya. (Ant)



Artikel Sosial Budaya

- Rusia Atur Harga Vodka - 22 January 2010
- Malaysia Kejutkan Pengunjung dengan Lagu "Rasa Sayange" - 9 July 2009
- Malaysia Berulah, Geser Patok Perbatasan - 1 July 2009
- Jerman Merilis ''Death Channel'' - 30 June 2009
- Nikahi Gadis Arab, Cukup Bayar Rp. 2.400,- - 29 June 2009
 

Artikel Lainnya

 
Artikel ini telah diposting pada Sabtu, 27 Juni 2009 dan dibuat dalam kategori Sosial Budaya. Anda dapat mengikuti respon untuk entri ini melalui tautan RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan sebuah respon, atau Pelacakan dari situs Anda sendiri.

Tinggalkan komentar

Advertise



Photo - klik untuk melihat album