Jerman Merilis ”Death Channel”

Sebuah channel televisi mengabdikan diri secara exclusive untuk masalah penuaan, sekarat dan kematian, yang sedang dirilis di Jerman.

Eos TV akan menayangkan berbagai dokumentari mengenai tempat-tempat pemakaman, tayangan acara pemakamaman, dan tips-tips untuk menemukan pemukian bagi mereka yang akan pensiun, dan bahkan cara mendesain rumah untuk lansia, seperti memasang lift di dalam rumah.

Wolf Tilmann Schneider, 51, mantan produser TV, telah bekerjasama dengan asosiasi pemakaman Jerman untuk merilis saluran TV 24 jam, setiap hari di televisi kabel dan di internet.

Katanya: ”Lebih dari 800,000 orang meninggal di Jerman tahun lalu. Kalikan jumlah itu dengan empat maka kita akan dapat perkiraan kasar berapa orang dari teman dan keluarganya yang terpengaruh oleh kematian dan kehilangan yang meninggal itu.”

”Mereka akan menjadi target audiens kami. Kami yakin bahwa Eos TV akan menarik minat para permirsa.”

Saluran TV itu bermaksud untuk megkapitalisasi perubahan demografi di negara itu yang memiliki angka kelahiran yang paling kecil di dunia.

Tahun lalu terdapathampir 150,000 lebih kematian daripada kelahiran, dan diperkirakan 2.1 juta orang yang sudah lanjut umur, menerima perawatan secara profesional.

Para penonton yang menonton Eos TV, akan dihibur oleh berbagai dokumentari mengenai tempat-tempat pemakaman yang indah, baik di Jerman maupun di luar negara tersebut.

”Bisa jadi mengejutkan, tapi orang-orang yang lebih dewasa cukup senang mengunjungi kuburan-kuburan, bukan cuma untuk berduka, tapi untuk mencari suasana sunyi dan tenang,” kata Mr Schneider. (Ananova)



Artikel Sosial Budaya

- Rusia Atur Harga Vodka - 22 January 2010
- Malaysia Kejutkan Pengunjung dengan Lagu "Rasa Sayange" - 9 July 2009
- Malaysia Berulah, Geser Patok Perbatasan - 1 July 2009
- Nikahi Gadis Arab, Cukup Bayar Rp. 2.400,- - 29 June 2009
- Nilai Candi Borobudur di Mata Dunia - 28 June 2009
 

Artikel Lainnya

 
Artikel ini telah diposting pada Selasa, 30 Juni 2009 dan dibuat dalam kategori Sosial Budaya. Anda dapat mengikuti respon untuk entri ini melalui tautan RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan sebuah respon, atau Pelacakan dari situs Anda sendiri.

Tinggalkan komentar

Advertise



Photo - klik untuk melihat album